Posts

Showing posts with the label Puisi

Ilalang mekar

Image
Maafkan, aku tak bisa menepati Janji.. tak mungkin ilalang menggantukan Mawar Ilalang tetap di tepi jalan Berdebu.. terinjak.. Bahkan berludah.. Tapi ilalang akan tetap Tegar Tetap bertahan

Sepenggal Rasa

Image
Km.. Aku.. Adalah cerita Sepenggal kisah dari Perjalanan waktu Bergulir tanpa kendali Pun rekayasa Adalah sang Maha Kuasa Yang akan menuntun alur kita ... hujan makin menggila ..

Ternyata Samudra Sangat Sempit dan Dangkal

TERNYATA, SAMUDERA SANGAT SEMPIT DAN DANGKAL Ternyata, sempit nian samudra ini Calon perenang tak tertampung semua Lalu lalang orang mencarai Tempat luang cebur diri Memberi sabun bahkan mereka pada seorang perantara Terpaksa mereka tempuh cara ini karena tempat luang susah dicari Ternyata sangat dangkal ini samudra  dalamnya hanya selututku saja Padahal kumau tenggelam diri Seperti dalam cita-citaku ini Jika aku tenggelam di samudra orang tuaku akan bangga Pasang air senang di hari Surut air susah di hati Banyak sekali kulihat di sana Orang duduk di belakang meja Mamakan waktu lama sekali Keluar biaya besar sekali Berenang gaya apa saja Mereka pelajari dengan seksama Agar lulus baik nilai Dapat berenang di samudra ini Saeko Sidoarjo, 111116

Kota yang berpura-pura

Siapakah menuliskan nama-nama Tuhan . Di bawah lampu-lampu yang lucu? Kota tenggelam dalam mimpi hitam. Menjauh dari cahaya sesungguhnya. Terperangkap dalam keterasingan. Sepanjang jalan Tuhan kehilangan manusia Tak pernah ada perjumpaan Hanya tiang-tiang besi Yang berpura-pura mengucapkan iman. Setangkai mawar menjerit, Bertahan dalam sekali terang dan sepuluh redup. Menebar harum dari wangi tersembunyi. Sebab ia sudah yakin, Tuhan tak akan di temukan. Pada terang tiang dan badan trotoar. Sebab ia teramat yakin, kadang Tuhan beranjak dan menjelma menjadi pria. Yang mengajaknya bertafakur, bukan tidur. Batam, 7112016. JURNAL : Para Sang Pengarung, No: 5, 2016

Tiada Akhir

Malam menyongsong, gelap! Sunyi, hiruk pikuk seakan mati Hanya terdengar suara detak jam dinding yang menggelantung Atau suara cicak yang berlari berkejaran dengan yang lain Bingung .. Hampa .. Kosong .. Nanar .. Sudah terasa jenuh bermain handphone Berselancar menjelajahi dunia maya Jenuh, juga dengan musik rege yang selalu didengar TV? Yah.. Hanya melihat sampah itu mah Lalu, akankah hidup hanya sebatas itu2 saja yang dikerjakan??

Sekolah Facebook

Image
Malam memang selalu ditakutkan bagi sebagian orang Sekarang, bukanlah lagi jamannya setan dari negeri antah berantah Namun cenderung pada kegalauan Yang kerap merekat disepenghujung malam Mungkin pula, pemuda jaman sekarang sudah kehabisan pikiran Nak dulu, Al-Qur'an dijadikan teman Hari pagi, sore, maupun malam tak dalah masalah Hati tentram karena membaca Al-Qur'an Hah, tengoklah pemuda jaman sekarang Saat ni, tak ade kuota internet cam kebakaran jenggot saje Dibeli pulak lah tu kuota meski menembus gelapnya malam Sudah dibeli, malah tambah nangis pula karena diputus cinte Sudah dibeli, tambah larut pula tidur karena asik main facebook dan macem-macem Nak seperti ini terus Ganti sajelah, sekolahnya di facebook! Lho, mengapa macam tu?? Ye lah.. karena sesampainya di sekolah yang ada mereka ngantuk Tidur di kelas, PR tak dikerjakan, dan macam-macam pula Miris

PUISI | CINTA

Image
Catatan CINTA Dalam buku agenda Bukan hanya remah yang tersisa Duka kalbu juga masih ada Saat kubuka lembaran buku agenda kerja Yang tergolek di punggung meja Ternyata banyak cerita di dalam nya Ada luapan gejolak asmara Ada ungkapan kata-kata mesra Ada tercatat tentang cinta Ada ucap sayang juga Bukan hanya sekedar cerita Seperti rama dan shinta Bergelut dalam dahsyat nya cinta Bergolak di heroik nya demi sebuah asmara Hingga titik darah segala rupa Sungguh pergulatan tanpa jeda Hingga waktu menjadi saksinya Adinda ku sayang Aku ingin kau nyanyikan serenada yang hilang Seperti waktu kita berlarian di tepian ladang Aku kejar kau berlari kencang Jadi ingat ketika aku mengejar layang-layang Yang terputus dari tali benang Saat ku mampu meraih tangan mu sayang Hati ini berdegup kencang Hanya karena buku agenda kerja Ungkapan segala cinta pun ada Cinta rama kepada shinta Cinta arjuna kepada sembadra Cintaku kepada dia Hingga cintaku kepada NYA Tertulis ...

PUISI | Ditelapak kaki bunda ku bersujud

Di telapak kaki bunda kubersujud Oleh Romy Sastra Bunda, tergurat di wajahmu rona renta membulir sedih berhias rela ananda menatap dari kejauhan di balik dinding jiwa kau mewujud resah karena tanggung jawab cinta cinta untuk buah hatimu darah dagingmu. Bunda, kita sudah terpisah jauh dari tanah tumpah darah itu daku berkelana ke ranah yang belum terjumpa semasa balitaku dulu dikau mengajarkan tentang arti hidup mencari jati diri meski sampai ke ujung dunia. Kini takdir itu, aku telah ternoktah pada jodoh pilihanku darah-darah tiranimu telah lahir ke dunia pelanjut helaan napasmu mengisi kasih dia kini telah belia sudah tumbuh dewasa. Bunda, engkaulah segalanya bagiku di telapak kakimu aku bersujud kembang kantil itu telah mekar minyak kesturi mewangi sumur tua di belakang rumah masih ada serasa misteri menyapaku dalam lamunan mengajakku kembali ke tengah rumah kecil kita. Bunda, bila masanya kita bersua akan aku timba sumur tua itu membasuh no...

PUISI | ISTISQO TADAH HUJAN ITU

Image
ISTISQO TADAH HUJAN ITU Karya Romy Sastra Pagi ini sekejap berubah dari biasanya gersang halaman rumah telah berlalu lamunan pagiku, berharap basahi alam kehidupan ini. "Oooo ... daku duduk bersama malam, diam. Mataku terpejam, terlelap dalam angan yang merisaukan miris, gerimis hari tak menitis lagi. Dikala malam sunyi sang malam bernyanyi sedih tetiba awan berkoloni bayu berbisik lirih malam bernapas dalam kelam butir-butir perlahan mengalir deras dari dahaga panjang yang menjerit. Jarum jam dunia berputar takdir siklus azali mengucur rahmat illahi dari kinanti istisqo doa-doa hati. Berlalulah kau kabut terbang menjauh ke atmosfir tinggi mendunglah kau hari seketika hujankan bumi ini. Isi bumi swarnadwipa kini lara rumput pun telah mati tangkai-tangkai nan berputik layu daun-daun berguguran jatuh ke bumi urat-urat kehidupan tak lagi menjalar tak kuat mencakar gersang. Aku tadahkan doa ini pada-Mu ya Rabbi turunkan rahmat-Mu kembali hujanka...

PUISI | Bunga Cinta

Bunga Cinta Oleh: Nurmasari . Tiba-tiba aku kehilangan sekuntum bahasa Kala kau datang menyapa Kelopak-kelopak kata pun mengatup Memenjara putik degup dalam kuncup Tangkai keberanianku layu Seiring tatapmu menggugah kalbu Ah, angin musim hujan nan berembus merdu. . Serang, 2016.